The Palm Scribe

Tidak Ada Pembakaran Disengaja di Area Konsesi Anggota RSPO

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) mengatakan pada Selasa (22/10) bahwa penyelidikan yang mereka lakukan tidak menemukan bukti adanya penggunaan api yang disengaja untuk membersihkan lahan oleh lima anggotanya, seperti yang dituduhkan oleh pejabat senior pemerintah.

”Investigasi kami telah mengarahkan bahwa tidak ada kebakaran yang sengaja dilakukan dalam batas-batas anggota yang disebutkan dalam laporan media sebelumnya. Ini termasuk area perkebunan anggota dan lahan di sekitarnya. Namun, kebakaran dikonfirmasi terjadi di luar batas anggota, yaitu di lahan masyarakat,” Direktur Operasi RSPO Indonesia, Tiur Rumondang menyatakan dalam siaran pers yang dikirim ke The Palm Scribe.

Unit Investigasi dan Pemantauan Sekretariat RSPO yang memulai penyelidikan pada bulan September, setelah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan pemerintah telah menutup 42 konsesi karena menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Kalimantan Barat, termasuk tanah yang dimiliki oleh lima perusahaan anggota RSPO, yaitu empat perusahaan Malaysia dan satu dari Singapura.

RSPO juga mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan audit untuk ke-lima anggota tersebut melalui badan sertifikasi terakreditasi (CB), dengan audit berikutnya dijadwalkan untuk dilaksanakan pada Desember 2019. Selain itu, RSPO juga bekerja sama dengan para anggota untuk mengidentifikasi akar penyebab kebakaran, baik di dalam maupun di luar batas-batas konsesi anggota, karena organisasi tersebut menangani masalah kebakaran – baik secara sengaja dilakukan untuk pembukaan lahan, maupun kecelakaan – dengan sangat serius dan melarang untuk dilakukan, sesuai standar yang telah mereka tetapkan.

“Kebakaran di luar batas wilayah anggota RSPO tetap memprihatinkan, karena ada potensi itu adalah basis pasokan bagi anggota petani kita dan berisiko memasuki rantai pasokan. Untuk meminimalisasi risiko ini, kami akan berkomunikasi dan bekerja sama dengan anggota kami dan Pemerintah Indonesia untuk mengurangi risiko tersebut, dan kami telah memberi tahu anggota kami untuk mengambil tindakan segera, guna memastikan bahwa Tandan Buah Segar (TBS) dari area ini tidak masuk ke dalam rantai pasokan RSPO.” Tiur Rumondang menambahkan.

Global Forest Watch Fires, sebuah platform online yang memantau kebakaran, termasuk di Indonesia, menunjukkan bahwa tujuh persen dari kebakaran di Indonesia yang diamati berada di perkebunan kelapa sawit, berbanding dengan 30 persen di perkebunan kayu pulp, serta satu persen di area penebangan. Mayoritas kebakaran terjadi di daerah non-konsesi.

Share This