Pemandangan dari sebuah desa kecil di hutan Amazon yang berlokasi di sungai Yanayacu di Peru

UNDP memilih The Palm Scribe sebagai salah satu dari dua organisasi media di Asia untuk menghadiri Good Growth Conference yang berlangsung di Peru.

Bhimanto Suwastoyo, manajer konten The Palm Scribe merupakan satu dari delapan jurnalis yang dipilih secara global untuk belajar secara intensif bagaimana jurnalis dapat berperan menempatkan isu keberlanjutan sebagai ‘tokoh utama’ dari rantai pasok komoditas.

Bhimanto, bersama dengan Sapariah Saturi dari Mongabay Indonesia, akan berpartisipasi dalam pelatihan jurnalisme selama dua hari yang diikuti dengan empat hari kunjungan belajar secara intensif di Amazon Peru untuk belajar secara langsung tentang transformasi masyarakat berbasis komoditas, rantai pasok komoditas, serta kearifan lokal dari masyarakat setempat. Mereka juga akan menghadiri Good Growth Conference di Lima, ibu kota Peru, pada 13 Mei 2019.

“Kami di Palm Scribe merasa terhormat telah dipilih untuk ikut serta dalam konferensi dan pelatihan ini,” kata Bhimanto, sambil menambahkan bahwa “Ini adalah sebuah refleksi dari peran penting yang dilakukan oleh The Palm Scribe dalam membantu mengembangkan industri minyak sawit berkelanjutan di Indonesia”.

“Ini adalah sebuah peluang besar bagi kami untuk memperluas perspektif tentang bagaimana keberlanjutan bisa dicapai oleh berbagai ragam budaya, geografi, komoditas, dan sektor,” katanya, seraya menambahkan bahwa apa yang akan dipelajari di Peru, termasuk juga dari delegasi internasional lainnya, tentunya akan menambah dimensi yang memperkaya The Palm Scribe dalam melakukan peliputan di industri minyak sawit di Indonesia.

Program yang dilakukan oleh Good Growth Partnership tersebut diluncurkan di markas PBB di New York pada tahun 2017 dan didanai oleh Global Environment Facility. Program ini dipimpin oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan dilaksanakan bekerja sama dengan Conservation International, International Finance Corporation, UN Environment, dan World Wildlife Fund.

Kemitraan tersebut bekerja secara lintas produksi, pembiayaan, dan permintaan dengan sejumlah pemerintah, masyarakat sipil, dan pemain sektor swasta untuk mengurangi deforestasi dan memungkinkan pembangunan berkelanjutan di tiga rantai pasokan komoditas global, yaitu: kedelai, daging sapi, dan minyak kelapa sawit.

Ketiga komoditas tersebut sering dianggap sebagai pendorong terbesar deforestasi hutan tropis saat ini, yang menyebabkan hilangnya habitat dan keanekaragaman hayati, meningkatkan kadar karbon dioksida, dan degradasi ekosistem penting seperti air dan udara bersih.

“Karena alasan tersebut, sangat penting untuk menemukan cara-cara baru dalam melakukan bisnis yang memungkinkan tercapainya pertumbuhan yang baik tanpa konsekuensi lingkungan terkait dari produksi pertanian dan deforestasi yang tidak berkelanjutan,” demikian keterangan dari penyelenggara seperti dikutip dalam di situs resminya.

The Palm Scribe akan menerbitkan beberapa artikel terkait keberlanjutan setelah pelatihan ini selesai.

Share This