The Palm Scribe

RSPO Mengecualikan Konsesi Indonesia dalam langkah transparansi terbarunya

RSPO kelapa sawit

The Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada hari Kamis (26/3) mengumumkan bahwa semua peta konsesi anggotanya kini dapat diunduh masyarakat tetapi mengecualikan konsesi-konsesi kelapa sawit yang ada di Indonesia

“Saya memuji anggota kami untuk langkah penting dalam memperbaiki transparansi rantai nilai kelapa sawit berkelanjutan ini, melalui pertanggung jawaban bersama dan kolaborasi. Saya harap hal ini akan mendorong komoditas pertanian lainnya untuk mengikuti jejak ini untuk mencapai transparansi total di semua rantai pasok dan juga perlindungan hutan yang lebih besar,” ujar Bakthiar Talhah, CEO Sementara RSPO dalam sebuah siaran pers dari Kuala Lumpur.

Keputusan ini diambil oleh Dewan Gubernur RSPO, siaran pers tersebut mengatakan tetapi siaran pers tersebut tidak memberikan keterangan mengapa konsesi di Indonesia masih dikecualikan. Konsesi anggota RSPO di negara negara lain kini dapat diunduh dalam format shapefile untuk analisa sistem informasi geografis (GIS.)

“Sekretariat RSPO masih berusaha untuk membuat peta-peta Indonesia dapat diunduh, dan berharap akan dapat mencapai hal ini dalam beberapa minggu kedepan,” siaran pers tersebut mengatakan.

Peta konsesi anggota RSPO sebenarnya dapat diakses public melalui platform peta interaktif RSPO yang bernama GeoRSPO, tetapi kiki peta peta tersebut dapat diunduh dari mana saja dan digunakan untuk kepentingan sendiri maupun untuk analisa.

Pada Pertemuan tahunan RSPO ke 10 di bulan November 2013, sebuah resolusi disetujui yang mensyaratkan semua anggota RSPO untuk memberikan peta konsesi mereka, baik yang sudah tersertifikasi maupun belum.

RSPO bermitra dengan World Resources Institute tahun 2016 untuk mengembangkan platform pemetaan GeoRSPO. Peta yang diterbitkan dalam GeoRSPO mencakup semua konsesi RSPO di seantero dunia yang telah diajukan oleh anggota RSPO yang produsen, dan juga beberapa anggota dari kalangan prosesor dan perniagaan.

Termasuk di dalamnya anggota Brazil, Kamboja, Kolombia, Costa Rica, Republik Dominika, Ekuador, Gabón, Ghana, Guatemala, Honduras, Indonesia, Pantai Gading, Liberia, Madagascar, Malaysia, Mexico, Nigeria, Papua Nugini, Sierra Leone, Solomon Islands, Sri Lanka, Thailand and Togo.

Data yang diperoleh melalui teknologi satelit memungkinan unit GIS RSPO untuk memonitor kepatuhan produsen kelapa sawit terhadap prinsip-prinsip dan kriteria RSPO 2018 yang terkait deforestasi, penanaman baru di lahan gambut dan juga monitoring kebakaran hutan dan lahan serta hotspot.  RSPO sepenuhnya melarang pembukaan lahan dengan membakar id semua unit tersertifikasinya dan perusahaan semuanya diminta untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kebakaran yang tidak disengaja.

Baca lebih banyak berita mengenai RSPO.
Industri perhutanan? Kunjungi The Forest Scribe.
Share This