The Palm Scribe

PT ANJ Cetak Pertumbuhan Signifikan di Kuartal Pertama tahun 2021

Perusahaan perkebunan sawit  PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) mencetak keuntungan bersih sebesar $3,084 juta dollar di triwulan pertama tahun ini, atau kenaikan hampir 300 persen dari triwulan sebelumnya dan membalikkan keadaan setelah merugi $1,224 juta di kuartal pertama di tahun 2020.

Berbicara pada public expose perusahaan setelah pertemuan tahunan pemegang saham serta pertemuan khusus pemegang saham, Imam Wahyudi yang mengepalai Pengembangan Bisnis serta Perencanaan Korporasi PT ANJ, mengatakan bahwa keuntungan bersih di triwulan pertama 2021 disebabkan oleh harga Minyak Sawit Mentah (CPO) yang “sangat favorable” dan produksi yang lebih tinggi dari yang dianggarkan sebelumnya.

“Dibandingkan dengan kinerja keuangan di kuartal satu tahun-tahun sebelumnya kita berhasil mencatat peningkatan yang cukup signifikan, dimana di tahun 2019 kita mencatat 27,56 juta dollar,  2020 kuartal satu  36.79 juta dollar sedangkan di tahun ini kita catat 58,66 juta,” ujar Imam merujuk kepada pendapatan bersih perusahaan di kuartal pertama.

Volume penjualan CPO perusahaan meningkat sembilan persen dibandingkan dengan kuartal terakhir tahun lalu, mencapai 65.898 ton atau 24,33 persen lebih tinggi dari penjualan di triwulan yang sama tahun lalu. Produksi CPO tumbuh 20,7 persen dibanding kuartal empat tahun lalu, mencapai 62.559 ton menyusul mulai berproduksinya perkebunan di Papua Barat dan tanaman yang sudah diremajakan di Belitung.

Peningkatan kinerja juga terlihat pada EBITDA perusahaan yang tumbuh dari minus $1,146 juta di triwulan pertama 2019 menjadi $6,325 juta di kuartal pertama 2020 dan di triwulan pertama tahun ini mencapai $ 12,852 juta, atau peningkatan dua kali dibanding kuartal yang sama tahun yang lalu.

Harga rata-rata CPO di kuartal pertama tahun ini berada pada tingkat $695 per ton dibandingkan dengan $625 per ton pada triwulan sebelumnya sementara cash costs di triwulan satu 2021 hanya meningkat sedikit menjadi $339 per ton dibandingkan dengan $321 per ton di triwulan empat 2020.

Lucas Kurniawan, Wakil Direktur Utama PT ANJ yang berbicara pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa belanja modal perusahaan di kuartal satu tahun ini menurun menjadi $8,69 juta dibandingkan dengan $10,5 juta di kuartal pertama tahun 2020. Ia mengatakan penurunan itu disebabkan karena pada kuartal pertama 2020, terjadi tingkat belanja yang tinggi akibat kegiatan penyelesaian pembangunan pabrik kelapa sawit lini kedua di Kalimantan Barat serta pabrik kelapa sawit baru di Papua Barat.

“Belanja modal kuartal satu 2021, sebagian besar itu digunakan untuk peremajaan kembali dan juga biaya pemeliharaan untuk membawa tanaman yang belum menghasilkan atau immature menjadi tanaman yang menghasilkan,” ujar Lucas dengan menambahkan bahwa kedua komponen belanja tersebut memakan sekitar 39 persen dari total belanja modal di tiga bulan pertama tahun ini.

Komponen belanja modal kedua terbesar adalah untuk pembangunan infrastruktur di Papua Barat yang menelan 16 persen dari total belanja modal di kuartal pertama tahun ini,. Pembangunan perumahan, poliklinik dan rumah ibadah menelan 15 persen lagi sementara penyelesaian pembangunan pabrik kelapa sawit di Kalimantan Barat serta fasilitas pembekuan edamame di Jember, Jawa Timur memakan tujuh persen.

Lukas mengatakan bahwa belanja modal perusahaan untuk keseluruhan tahun 2021 ditargetkan sebesar $42,8 juta. Tahun 2020 realisasi belanja modal perusahaan berada pada tingkat $45,566 juta sementara di tahun 2019 $74,280 juta.

ANJ mengelola perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara, Belitung Timur, Kalimantan Barat dan Papua Barat. Perusahaan juga mengoperasikan usaha pengolahan sagu di Papua Barat, pembangkit tenaga listrik menggunakan biogas dari limbah minyak sawit dan produksi edamame segar maupun beku di Jember.

Baca lebih banyak tulisan oleh Bhimanto Suwastoyo.
Industri perhutanan? Kunjungi The Forest Scribe.
Share This