The Palm Scribe

Produksi dan Stok Minyak Sawit Rendah Dukung Harga Tetap Tinggi

Melemahnya produksi minyak sawit Indonesia dan Malaysia, kedua produsen sawit terbesar di dunia, di bulan September, mendukung tetap tingginya harga komoditas, Gabungan Pengusahan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan.
 
Produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia melemah sekitar satu persen di bulan September dibanding bulan sebelumnya menjadi 4,176 juta ton sedangkan produksi Malaysia melemah sekitar 0,39 persen pada bulan yang sama, demikian GAPKI mengatakan dalam sebuah siaran persnya.
 

Harga CPO Cif Rotterdam pada bulan September $1.235/ton,  lebih tinggi dari $1.226 per ton di bulan Agustus. “Kenaikan harga minyak sawit mungkin disebabkan rendahnya stok awal bulan September yang hanya 3,4 juta ton, 1,1 juta ton lebirendah dari stok awal Agustus,” demikian siaran pers itu mengatakan dengan menambahkan bahwa rendahnya produksi dan ekspor yang turun hanya mampu menambah stok akhir September benjadi 3.65 juta ton. 

 
Kenaikan harga juga dialami minyak rapa, dari 1.486?ton di bulan Agustus menjadi $1.606/ton di bulan berikutnya sementara harga minyak kedelai turun dari $1.435/ton menjadi  $1.405/ton dan minyak bunga matahari juga turun dari $1.380/ton menjadi $1.333/to.
Ekspor minyak sawit bulan September 2021 turun menjadi 2,886 juta ton setelah naik4,274 juta ton pada bulan Agustus 2021. Nilai ekspor produk minyak sawit juga turun menjadi $3,111 miliar dari $4,433 milliar pada bulan Agustus. 
 
Penurunan volume ekspor terbesar terjadi untuk tujuan Belanda 83,5 persen menjadi 33.460 ton, Malaysia 81.76 persen menjadi 35,100 ton , India 71,3 persen,  menjadi 275.500  ton, , Uni Eropa secara keseluruhan 52,54 persen menjadi 219.600 ton diikuti dengan penurunan sebesar 49,92 persen untuk tujuan RRC menjadi 467.400 ton.
 
Secara YoY (Year on Year) sampai dengan bulan September, ekspor ke RRC tahun 2021 sudah 25,7 persen lebih tinggi dari tahun 2020, ke Malaysia 52,0 persen  lebih tinggi, sedangkan ke India 24,4 persen lebih rendah, ke Belanda 0,4 persen lebih rendah dan ke Uni Eropa secara keseluruhan 8,1persen lebih rendah.  

Konsumsi dalam negeri bulan September sebesar 1.475.000  ton yang relatif sama dengan bulan Agustus yang 1.465.000 ton. Konsumsi untuk pangan turun 6,4 persen menjadi 672.000  ton, untuk oleokimia relatif tetap sebesar 313.000 ton , sedangkan untuk biodiesel naik 9,3 persen menjadi 622.000  ton.

Share This