The Palm Scribe

Produksi dan Ekspor Minyak Sawit Indonesia Januari 2021 Turun, Konsumsi Domestik Naik

Produksi dan ekspor minyak sawit Indonesia di bulan Januari 2021  masing-masing turun 7,1 persen dan 7,7 persen dibanding bulan sebelumnya sementara konsumsi dalam negeri naik tipis 1.1 persen, demikian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan Rabu (17/3.)

Produksi minyak sawit mentah (CPO) di bulan Januari hanya mencapai 3,421 juta ton sedangkan produksi minyak kernel sawit hanya mencapai 334.000 ton, GAPKI mengatakan dalam siaran persnya dengan menambahkan bahwa penurunan ini merupakan pola musiman yang diperburuk dengan terjadinya banjir di beberapa sentra produksi sawit yang mengganggu proses panen. 

Ekspor komoditas ini di bulan Januari 2021 juta menurun 7,7 persen dengan penurunan terbesar terjadi pada CPO yaitu 54,6 persen lebih rendah dari Desember. Ekspor oleokimia turun 8,7 persen dan merupakan penurunan pertama kalinya sejak Januari 2020. 

“Hal ini kemungkinan karena ekspor Desember 2020 sangat tinggi yaitu 3,5 juta ton (tertinggi sepanjang 2020), sehingga tersedia stok yang cukup tinggi di negara-negara importir.,” demikian siaran pers tersebut mengatakan.

Nilai ekspor minyak sawit di bulan Januari 2021 juga turun 8,0 persen dari bulan sebelumnya menjadi $2,596 milyar.

Konsumsi minyak sawit secara total naik 1,1 persen dari bulan Desember atau 1,5 persen dari bulan Januari 2020. Konsumsi produk pangan dalam negeri naik 5,5 persen menjadi 763.000 ton, selaras dengan tren kenaikan jenis konsumsi ini selama masa pandemi Covid-19 dimulai dengan bulan Juni 2020. Sebaliknya, konsumsi untuk oleokimia di Januari 2021 turun l9,6 persen dari bulan sebelumnya, penurunan pertama sejak Januari 2020.

Konsumsi untuk biodiesel sedikit lebih rendah, yaitu turun 0,7 persen namun secara keseluruhan konsumsi dalam negeri masih naik tipis

Berdasarkan negara tujuannya, ekspor Januari 2021 ke China turun paling banyak, sebesar 166.400 ton atau 28 persen, Ke Malaysia turun 166.200 ton atau 77 persen, ke India turun 136.200 ton atau 41 persen dan ke Belanda turun 80.000 ton, atau 81 persen. Kenaikan dialami ekspor ke Myanmar sebesar 51 persen dari bulan sebelumnya menjadi 852.000 ton.

Tahun 2017, Indonesia mengekspor minyak sawit ke sekitar 160 negara dengan China, India dan Pakistan sebagai tiga negara tujuan ekspor terbesar. Ekspor ke Belanda, Malaysia, Spanyol dan Amerika Serikat berada pada peringkat 4-8, ke Bangladesh, Italia dan Mesir pada peringkat 7-10.

Myanmar, Rusia, Filipina, Korea, Jepang dan  beberapa negara seperti Singapura, Vietnam, Uni Emirat Arab, Ukraina, Afrika Selatan dan Tanzania termasuk, kedalam daftar 20 negara tujuan ekspor utama bagi minyak sawit Indonesia. Ekspor ke negara-negara ini mencapai 87-90% dari ekspor Indonesia. 

Baca lebih banyak tulisan oleh Bhimanto Suwastoyo.
Industri perhutanan? Kunjungi The Forest Scribe.
Share This