Bisnis Indonesia, 13 Juli 2018

Petani swadaya mengincar tawaran pendanaan senilai US$1 miliar dari United Nations Development Programme (UNDP) untuk membangun pabrik pengolahan demi mengakali rendahnya harga tandan buah segar. Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Anizar Simanjuntak mengatakan, tawaran itu rencananya digunakan untuk pembangunan pabrik, pengolahan sawit, peremajaan, dan pembangunan infrastruktur. Apkasindo berdiskusi dengan Menko Maritim Luhun Binsar Panjaitan. Luhut menyarankan untuk mengambil pinjaman dari UNDP. Pendanaan ini merupakan tawaran kedua yang disampaikan ke asosiasi itu melalui Kemenko Maritim. Sebelumnya, China juga menawarkan kredit mikro sebesar US$15 miliar.

Share This