Bisnis Indonesia, 2 Oktober 2018

Analis produksi kelapa sawit Cofco International Roby Fauzan memperkirakan ekspor produk minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan turunannya belum akan membaik setidaknya hingga Oktober. Pasalnya, tiga pengimpor utama CPO asal Indonesia yakni India, China, dan Uni Eropa belum menunjukkan tanda-tanda membuka pasarnya lebih lebar terhadap komoditas tersebut. Di sisi lain, ekspor CPO Malaysia pada September meningkat 52% dari Agustus. Malaysia saat ini telah membebaskan pungutan ekspor CPO demi memberikan insentif yang lebih menarik bagi para eksportir. Maka dari itu, pemerintah Indonesia harus mempromosikan biodiesel kepada importir minyak diesel dan menurunkan atau membebaskan pungutan ekspor CPO, katanya. Berdasarkan keterangan resmi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), ekspor komoditas tersebut mencapai 3,3 juta ton pada Agustus atau naik 2% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 3,22 juta ton. Khusus untuk CPO, palm kernel oil (PKO), dan turunannya, GAPKI mencatat capaian pada Agustus merupakan volume ekspor tertinggi sepanjang 2018 yaitu mencapai 2,99 juta ton. Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono pada hari Senin (1 Oktober) mengatakan bahwa sepanjang Januari sampai Agustus tahun ini, ekspor CPO mencapai 19,96 juta ton atau turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 20,43 juta ton.

Share This