The Palm Scribe

Pemerintah Mendorong Penggunaan Limbah Kelapa Sawit untuk Pakan Ikan

Pemerintah kini berencana untuk mendorong penggunaan limbah kelapa sawit untuk membuat pakan ikan hingga dapat mengurangi impor tepung ikan yang selama ini diaggap cukup tinggi, seorang pejabat mengatakan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto  dikutip oleh Antara pada tanggal 21 Maret 2018, sebagai mengatakan bahwa mulai tingginya minat penggunaan pakan ikan mandiri menuntut pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan secara berkelanjutan dan bungkil inti sawit (palm kernel meal/PKM) merupakan alternatif yang baik.

ilustrasi

“Bayangkan kita produsen PKM sawit terbesar, artinya suplai sangat melimpah,” ujar Soebijakto.

“Oleh karenanya, penggunaan bahan protein nabati dari limbah kelapa sawit menjadi alternatif untuk mengurangi porsi penggunaan tepung ikan,” ditambahkannya.

Namun data dari kementrian kelautan dan perikanan memperlihatkan bahwa saat ini sekitar 94 persen dari PKM ini diekspor. Data lain dari kementrian yang sama juga memperlihatkan bahwa produksi PKM di Indonesia berada sekitar 4,2 juta ton dalam setahunnya.

Soebjakto mengatakan bahwa di beberapa daerah masih ada kendala dalam penyediaan alternatif bahan baku pakan yang efisien, namun hal itu  bukan karena bahan baku yang langka, tapi kurang optimalnya sistem pasokannya.

“Masalahnya bukan bahan baku yang langka, tapi lebih pada belum optimalnya konektivitas dari sumber bahan baku ke unit usaha pakan mandiri,” katanya

Jalan keluarnya, menurut Soebijakto, adalah dengan  mempermudah akses sumber bahan baku dengan koperasi induk pakan mandiri yang ada di daerah melalui kemitraan. Ia juga menghimbau kepala daerah untuk mempermudah konektivitas ini.

Ia mengatakan bahwa protein nabati dari limbah kelapa sawit ini mampu menggantikan protein dari tepung ikan yang kini masih umumnya digunakan. Namun saat ini, Indonesia masih mengimpor tepung ikan.

“Pemanfaatan bungkil sawit dapat mengurangi penggunaan protein dari tepung ikan, sehingga harga pakan menjadi lebih murah,” ujar Soebjakto

Untuk dapat dijadikan pakan ikan, limbah kelapa sawit harus terlebih dahulu difermentasi dengan menggunakan ragi.

Antara juga mengutip Ketua Asosiasi Pakan Mandiri Nasional, Syafruddin, yang mengatakan bahwa penggunaan bungkil inti sawit dalam pakan ikan berkisar antara 8-10 persen, dan keuntungan lain memanfaatkan bahan baku ini adalah adanya tambahan kandungan lemak hingga 10 persen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan performa pertumbuhan ikan.

Share This