The Palm Scribe

Pekanbaru akan Membangun Industri Hilir CPO Senilai Rp28 trilyun

pabrik CPO Pekanbaru, Riau

Kota Pekanbaru berencana membangun sebuah kompleks agro industri hilir yang akan memproses Minyak Mentah Kelapa Sawit (CPO) dengan investasi sekitar Rp 28 trilyun, demikian Bagian Humas dan Protokol Kota Pekanbaru mengatakan dalam sebuah artikel yang diunggah di laman resmi kota Pekanbaru akhir pekan yang baru lalu ini.

Walikota Pekanbaru Firdaus MT dikutip dalam artikel yang diunggah pada hari Sabtu (25/1) sebagai mengatakan bahwa kompleks industri ini akan dibangun di Kawasan Industri Tenayan, sebuah kawasan yang sudah ditetapkan sebagai satu dari 14 kawasan industri strategis di pulau Sumatra.

Firdaus mengatakan bahwa tahap pertama dari pengembangan industri ini akan membutuhkan lebih dari 1.500 hektar dari total 3.000 hektar yang direncanakan untuk keseluruhan proyek.

“Ini akan membuka lapangan pekerjaan nanti 155 ribu lapangan pekerjaan dan akan membutuhkan investasi Rp 28 triliun. Maka sebab itu, pusat dan daerah harus bersinergi,” kata Firdaus.

Humas Kota Pekanbaru juga mengutip Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, sebagai mengatakan bahwa kota sudah memiliki 266 hektar di kawasan Tenayan tersebut dan karenanya akan mulai membebaskan lahan lagi sampai mencapai 1.550 hektar yang diperlukan untuk tahap pertama.

Ia juga mengatakan bahwa proyek ini tidak akan menggunakan anggaran daerah.  “Kita tidak mau dari APBD. Itu akan dilakukan oleh pengelola, kita menggandeng investor, BUMN atau mungkin pihak swasta lainnya,” jelasnya.

Namun ia tidak memberikan detail mengenai pihak pihak yang akan berinvestasi di proyek ini.

Pemeritah Kota Pekanbaru juga sudah membentuk sebuah tim terintegrasi untuk mengamankan pelaksanaan proyek besar ini. Menurut Azwan, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, tim ini akan beranggotakan perwakilan dari pemerintah daerah, kepolisian serta Tentara Nasional Indonesia.

“Tim ini akan lintas-sektoral,” ujar Azwan yang menambahkan bahwa tim sudah mulai bertemu untuk mempersiapkan pengamanan proyek ini.

Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu di bulan yang sama, mengatakan bahwa Indonesia sebaiknya berhenti mengekspor CPO dan lebih baik memprosesnya terlebih dahulu menjadi berbagai produk dengan nilai tambah.

Indonesia merupakan negara produsen dan pengekspor CPO terbesar di dunia.

Baca lebih banyak tulisan oleh Bhimanto Suwastoyo.
Industri Perhutanan? Kunjungi The Forest Scribe.
Share This