Siapa tak kenal anggrek? Anggrek adalah salah satu keluarga besar tanaman yang laris sebagai komoditas di seluruh dunia. Banyak orang membudidayakan dan memperdagangkan tanaman yang bentuk bunganya beraneka rupa itu.

Anggrek lintang (Dendrobium mirbelianum) adalah salah satu koleksi anggrek di perkebunan PT Permata Putera Mandiri di Sorong Selatan, Papua Barat. (Foto: Rizky Pranata Dewa/PPM)

Ironisnya, perdagangan membuat tanaman anggrek, terutama yang liar dan langka, terancam oleh perburuan yang tak bertanggung jawab. Para pedagang tak segan memburu anggrek sampai jauh ke dalam hutan. Akibatnya populasi anggrek hutan makin berkurang dan kelestarian hutan pun terancam. Dengan makin berkurang anggrek ini di alam, upaya konservasi menjadi sesuatu yang tak terelakkan.

Konservasi anggrek hutan itulah yang kini dilakukan oleh perusahaan sawit PT Permata Putera Mandiri (PT PPM) di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat. Anak perusahaan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (PT ANJ) ini menyediakan sebagian lahan konsesinya sebagai tempat penampungan berbagai tanaman anggrek hutan.

Tanah Papua–tempat PT PPM berada–memang dikenal sebagai surga anggrek. Dari sekitar 30.000 spesies anggrek dunia, diperkirakan 5.000 di antaranya hidup di Indonesia dan tidak kurang dari 1.000 spesies anggrek hidup di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Lembaga internasional National Herbarium of Netherlands (NHN) bahkan mencatat bahwa di Pulau Papua (Indonesia dan Papua Nugini) terdapat sedikitnya 2.717 spesies anggrek. Mayoritas anggrek itu merupakan tanaman endemik, bukan hibrida, artinya secara alami tumbuh di Papua.

Areal khusus penampungan anggrek itu luasnya 12 hektare, berada persis di sebelah Hexagon, base camp PT PPM. “Semua anggrek di sini berasal dari areal land clearing,” kata Muharmansyah, atau biasa dipanggil Arman, Staf Konservasi PT ANJ yang menemani tim The Palm Scribe melihat-lihat koleksi anggrek itu.

Arman menjelaskan, setiap kali perusahaannya membuka hutan untuk dijadikan lahan kelapa sawit, para pekerja menemukan tanaman anggrek yang menempel pada pohon-pohon. “Potensi anggrek sebagai kekayaan keanekaragaman hayati di lokasi yang akan dibuka untuk area perkebunan memang sangat melimpah,” kata Nunik Maharani, head corporate communication PT ANJ.

Mereka merasa sayang kalau tanaman bernilai tinggi itu dibiarkan terbuang begitu saja. Maka diputuskan untuk melakukan sesuatu. Agar anggrek itu tetap hidup dan terawat dengan baik, tim konservasi PT ANJ lalu memindahkan tanaman bunga itu ke lahan yang telah disiapkan.

Share This