Usaha mengubah pola belanja dan hidup generasi muda menjadi lebih sadar akan produk ekolabel merupakan tema yang membawa empat mahasiswa dari Universitas Gajah Mada memenangkan lomba video anak muda mengenai konsumsi yang bertanggung jawab yang digelar oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Kesadaran akan produk ekolabel di Indonesia belum terlalu besar, generasi muda indonesia diharapkan mempunyai perhatian lebih akan hal ini.

“Sebenarnya konsep video kita itu simple tapi kita mengambil makna yang cukup besar tentang kerusakan lingkungan,” ujar Sheila Noor Baity dari tim videomaker Universitas Gajah Mada yang berhasil memenangkan kompetisi “Young Videomaker of Responsible Consumption” dengan videonya yang berjudul “You Can Do It Too”.

Walaupun baru mengenal pribadi masing-masing dalam hitungan bulan, para anak muda dengan umur berkisar antara 18-23 tahun ini mampu menuangkan konsep mereka dengan baik. Muhammad Iman dan Sheila memang memiliki ketertarikan dalam produksi video, sedangkan Dwiki Aditya dan Vina Habibah merupakan mahasiswa UGM ilmu teknologi industri pertanian dan sering berpartisipasi menjadi sukarelawan di bidang lingkungan.

Dalam video berdurasi tiga menit itu, mereka menggambarkan bagaimana generasi muda yang cenderung konsumtif dapat ikut serta menjaga keberlanjutan lingkungan dengan memilih apa yang mereka beli.

“Kami mengajak generasi muda melakukan tiga hal sederhana, pertama beli yang perlu, beli yang ber-ekolabel, dan juga mau dibawa kemana sampah kita,” sambung Sheila ketika ditemui di Kawasan Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, pada Senin 27 Agustus 2018.

Dengan memilih produk yang mempunyai logo ekolabel para generasi muda dan masyarakat pada umumnya sudah berpartisipasi langsung dalam keberlanjutan lingkungan di Indonesia.

Dewan juri yang terdiri dari Miss Earth Indonesia 2017 Michelle Victoria Alriani, Vlogger Indonesia Pascal Meliala, Margareth Meutia dari WWF-Indonesia dan Dhiny Nedyasari dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menilai bahwa “You Can Do It Too” mampu mengungguli 81 video lainnya  dalam kompetisi ini.

Melalui kompetisi ini, dan video-video unggulannya, RSPO berharap generasi muda dapat belajar mengembangkan nilai, sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalani gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Cara yang paling efektif untuk dapat membantu adalah melalui pendidikan dan memfasilitasi keterlibatan yang lebih dalam di antara para pemuda.

“Saya sangat senang dan bangga melihat upaya dari anak muda Indonesia untuk belajar tentang tantangan dan peluang yang berkaitan dengan minyak kelapa sawit, dan ingin terlibat untuk memimpin perubahan menuju konsumsi yang bertanggung jawab,” ujar Tiur Rumondang, RSPO Country Director usai acara pemberian penghargaan kepada pemenang kompetisi.

Rumondang menilai salah satu cara yang paling efektif untuk membantu generasi muda menjadi lebih sadar dan ramah lingkungan adalah melalui pendidikan dan juga keterlibatan yang lebih dalam antara kaum muda.

Baginya, langkah langkah sederhana “seperti tidak berlebihan di dalam mengonsumsi, membaca ekolabel pada produk, atau dengan memisahkan sampah sesuai jenisnya” dapat mengubah pola dan gaya hidup kaum muda menjadi lebih bertanggung jawab, termasuk kepada lingkungannya.

Ditemui dalam acara yang sama, Footprint Campaign Coordinator WWF-Indonesia Margareth Meutia menyampaikan bahwa kesadaran akan perlunya keberlanjutan di Indonesia sudah menuju ke arah yang positif jika dibandingkan dengan 5 tahun lalu.

Menurut survey tahun 2017, konsumen di Indonesia telah bersedia membeli produk yang lebih ramah lingkungan meskipun harganya lebih mahal.

“Saat ini pekerjaan rumah yang masih terus coba dituntaskan oleh WWF-Indonesia dan RSPO dan Lembaga lain adalah harga yang mahal dan keterbatasan produk. Produsen dan retail masih belum melihat hal ini sebagai potensi pasar yang cukup untuk produk mereka,” ujar  Meutia.

RSPO, yang didirikan pada tahun 2004, bertujuan untuk mempromosikan pertumbuhan dan penggunaan produk minyak kelapa sawit berkelanjutan melalui standar global yang kredibel dan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

RSPO mempersatukan berbagai pemangku kepentingan dari tujuh sektor di sepanjang industri minyak kelapa sawit, yakni produsen minyak sawit, produsen barang-barang konsumen, pengecer, bank dan investor, serta Lembaga Swadaya Masyarakat di bidang konservasi lingkungan dan sosial.

Share This