Bisnis Indonesia, 7 Desember 2018

Ketua Bidang Perdagangan dan Promosi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Master P. Tumanggor mengapresiasi keputusan pemerintah untuk menyertakan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam setiap misi dagang Indonesia. Namun, sentiment tarif dari India dan makin besarnya tren anti-CPO di Barat membuat nilai maupun volume ekspor industri kelapa sawit domestik tidak pernah maksimal tahun ini, ujarnya. Tumanggor juga menilai, semangat Eropa dan India untuk melindungi petani minyak nabati nonsawit membuat akses pasar CPO tersumbat. Satu-satunya cara yang dapat ditempuh saat ini adalah dengan memperbanyak riset dan jurnal mengenai keunggulan CPO terhadap minyak nabati lain untuk kampanye positif.

Share This