The Palm Scribe

Koalisi Buruh Sawit Minta Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Buruh

Koalisi Buruh Sawit meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan evaluasi terhadap praktik perburuhan di perkebunan sawit,dengan mengatakan bahwa kebijakan perlindungan buruh sangat relevan dengan perbaikan tata kelola perkebunan sawit yang diinginkan dengan diterbitkannya moratorium perkebunan sawit tiga tahun yang lalu.

Dalam sebuah pernyataan tertulisnya, Koalisi memandang bahwa perbaikan tata kelola perkebunan sawit tidak cukup hanya dalam konteks perizinan semata dan adanya kepastian kerja, kepastian upah, kepastian jaminan sosial dan kesehatan serta kebebasan berserikat bagi buruh sawit mesti dilihat sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola. 

“Oleh karena itu, adanya kebijakan perlindungan buruh menjadi suatu hal yang relevan dengan perbaikan tata kelola perkebunan sawit. Kebijakan tersebut menjadi acuan dalam rangka perbaikan praktik perburuhan di perkebunan sawit” demikian dikatakan Hotler “Zidane” Pasaoran, Koordinator Koalisi dalam pernyataan tersebut.

Koalisi mengatakan bahwa tiga tahun setelah dikeluarkannya moratorium sawit guna meningkatkan tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan, ternyata belum menyentuh secara signifikan nasib buruh perkebunan sawit.

Moratorium yang diterbitkan dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit pada tanggal 19 September 2018, seharusnya menjadi momentum untuk melakukan perbaikan tata kelola perkebunan sawit di Indonesia khususnya tata kelola perburuhannya, demikian menurut Koalisi

 “Kami melihat moratorium sawit tidak memberikan dampak terhadap perbaikan kondisi buruh perkebunan sawit. Meski sudah masuk tahun ke-3, Inpres moratorium  tidak menyentuh kondisi buruh perkebunan sawit di Indonesia,” ujar Zidane, yang juga spesialis perburuhan Sawit Watch.

Ia mengatakan bahwa sejauh ini jumlah buruh yang bekerja di perkebunan sawit tanpa kepastian kerja, tanpa kepastian upah dan tanpa kepastian jaminan kesehatan masih massif. 

Herwin Nasution, ketua umum  Serikat Buruh perkebunan Indonesia (SERBUNDO) menyampaikan jumlah buruh perkebunan sawit yang besar  seharusnya menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam konteks evaluasi tata kelola perkebunan sawit. 

“Sejak awal kami melihat Inpres moratorium ini tidak menempatkan kondisi buruk buruh perkebunan sawit di Indonesia menjadi salah satu hal yang sangat penting dievaluasi,” tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa ratusan anggota SERBUNDO di Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan di PHK tanpa perlindungan dari pemerintah. Penghalang-halangan kebebasan berserikat juga marak terjadi di Sumatera dan Kalimantan. “Dalam konteks evaluasi tata kelola, tindakan perusahaan melakukan PHK dan penghalangan kebebasan berserikat seharusnya menjadi perhatian pemerintah”, kata Herwin.

Ismet Sinoni, Kepala Departemen Organisasi DPP Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) mengatakan kondisi buruk perkebunan sawit masih tetap berlangsung, bahkan dalam situasi pandemi Covid 19 dimana seharusnya buruh mendapat perlindungan. 

“Kami melihat tata kelola perburuhan di perkebunan sawit tidak dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk diperbaiki oleh pemerintah. Justru ketika ada temuan, pemerintah memandang itu sebagai bagian dari kampanye hitam”, kata Ismet. 

Taufik Donatan, ketua Serikat Pekerja Perkebunan Intan Estate (SPBunEHP) menitikberatkan perlunya pemerintah serius melihat kondisi buruh perkebunan sawit, khususnya buruh perempuan. “Buruh perempuan sangat tidak diperhatikan, mereka bekerja bertahun-tahun sebagai buruh harian lepas tanpa kepastian pengangkatan menjadi buruh permanen”, kata Taufik. 

Koalisi Buruh Sawit menghimpun lebih dari 20 organisasi nirlaba lintas sektor dan serikat pekerja dari seluruh Indonesia.

Baca lebih banyak berita oleh Bhimanto Suwastoyo.
Industri perhutanan? Kunjungi The Forest Scribe.
Ikuti kami di media sosial kami untuk terus mendapatkan kabar mengenai kelapa sawit, Anda dapat menemukan tautannya di sisi kiri halaman ini.
Share This