The Palm Scribe

Kini Waktunya Bekerjasama: Pakar Menghimbau Sektor Hulu, Hilir Industri Sawit

Muhammad Mohan berbicara mengenai permasalah industri sawit

Seorang pakar dari Asosiasi Refinasik Kelap Sawit Malaysia (PORAM) pada hari Jum’at (7/2) menghimbau semua sektor industri perkelapa sawitan untuk bekerja sama, membereskan industri mereka sendiri, agar dapat menghadapi serangan-serangan yang terus dilayangkan kepadanya.

“Poin utama disini adalah bahwa permasalahan industri kita ini – dan saya melihat hal ini di Indonesia, Malaysia dan bahkan di Thailand—adalah adanya gejala yang sama yang tetap bertahan sampai sekarang ini, bahwa semua pihak bekerja sendiri-sendiri. Industri ini harus bersatu bekerja sama,” Muhammad Mohan, dari PORAM mengatakan dalam sebuah forum yang diinisiasi oleh Dewan Negara-negara Produsen Minyak Kelapa Sawit (CPOPC) untuk membicarakan mitigasi kontaminan dalam minyak kelapa sawit agar memenuhi standar kesehatan bagi makanan.

Mohan mengatakan bahwa sudah waktunya untuk melepas kebiasaan bekerja sendiri ini dan ia menghimbau baik sektor hulu maupun hilir di industri ini untuk segera bekerja sama.

“Saya pikir apa yang harus dilakukan industri kita ini, adalah bersatu padu. Kita semua tahu kita menghadapi lawan disana, atau malah musuh, tetapi kita harus terlebih dahulu membereskan rumah kita sendiri dan juga memberikan perlawanan yang didasarkan atas ilmu pengetahuan,” ujar Mohan.

Diantara peperangan yang harus dihadapi industri ini, baik di sektor hulu maupun hilir, adalah mencegah minyak kelapa sawit dilarang digunakan dalam industri makanan karena sekarang ini sekitar 70 persen produksi minyak kelapa sawit diserap oleh sektor makanan.

“Kita harus melawan dengan cara apapun agar menghindari orang melarang penggunaan minyak kelapa sawit dalam makanan. Itulah hal yang kita semua tak ingin lihat terjadi,” ujarnya,

Ia mengatakan bahwa industri kini dihadapkan pada perlunya menurunkan kadar 3-MCPD dan GE, dua jenis kontaminan makanan, didalam minyak kelapa sawit maupun di minyak nabati lainnya dan lemak, dan faktanya adalah bahwa berbagai penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa sawit memang memiliki kandungan tinggi kedua kontaminan tersebut dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.

“Kita harus menghadapi tantangan ini dan mengatasinya,” Mohan mengatakan, dengan menambahkan bahwa sebenarnya sudah ada berbagai teknologi yang dapat digunakan untuk menjawab tantangan ini namun yang tak kalah pentingnya adalah mutu minyak kelapa sawit mentah yang akan diproses di penyulingan.

Semakin tinggi mutu minyak sawit mentahnya maka semakin mudah mengolahnya, Mohan mengatakan. Salah satu kriteria minyak kelapa sawit bermutu tinggi adalah rendahnya konten klorinnya.

Walaupun klorin dapat dihilangkan atau dikurangi dengan pencucian secara fisik maupun secara kimiawi, seringkali ada satu aspek lagi yang kurang mendapatkan perhatian.

“Yang kami katakan adalah sudah waktunya bagi anda untuk memisahkan minyak kelapa sawit mentah kedalam beberapa kategori. MInya bermutu tinggi harus dipisahkan,” ujarnya dengan menambahkan bahwa minyak bermutu tinggi ini akan dapat juga dijual dengan harga premium.

Sebuah alasan lainnya yang mendukung pemisahan minyak kedalam berbagai kategori adalah bahwa minyak turunan kedua, seperti yang diperoleh dari pemerasah cangkang kelapa sawit, hanya akan merendahkan mutu minyak kelapa sawit mentah yang dicampur bersamanya.

“Jadi rekomendasi kami adalah bahwa minyak turunan kedua ini – kami tidak ingin anda membuangnya karena kami mengingkan setiap tetes minyak yang dapat diperoleh hingga dapat menghasilkan uang bagi anda, tetapi apa yang kami sarankan adalah bahwa anda menyimpannya dalam tanki khusus terpisah,” ujarnya.

Baca berita lainnya mengenai Forum 3-MCPD & GE.
Industri Perhutanan? Kunjungi The Forest Scribe.
Share This