Di penghujung musim hujan ini, provinsi Kalimantan Selatan yang terletak di pulau yang sering mengalami kebakaran hutan dan lahan di setiap musim kemaraunya, telah mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana tahunan tersebut.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Kalimantan Selatan, baru baru ini mengadakan apel siaga bagi 340 personel bentukan dan binaan mereka untuk menangani pemadam kebakaran hutan dan lahan.

Sekretaris cabang GAPKI Kalimantan Selatan, Hero Setiawan, mengatakan seperti dikutip dalam sebuah laporan yang diunggah di laman resmi GAPKI pada hari Selasa (30/4), bahwa tidak seperti tahun tahun sebelumnya, apel kali ini tidak saja melibatkan jumlah personel terbanyak tetapi juga peralatan-peralatan utamanya.

“Tahun ini personel yang dikerahkan mewakili seluruh perusahaan anggota GAPKI, mereka memang personel yang dilatih khusus dalam menangani kebakarah hutan dan lahan,” katanya seperti dikutip dalam laporan kantor berita Antara yang diunggah di laman GAPKi ini.

Diantara peralatan yang dipertontonkan termasuk pompa-pompa air portable dengan berbagai nozzle, teropong khusus untuk menghitung jarak titik api, serta drone.

“Apel tahun ini mengangkat tema Siaga Bencana di Mulai dari Kita, keluarga dan Komunitas,” demikian Setiawan mengatakan.

Selain membentuk, melatih dan melengkapi para satgas pemadam kebakaran hutan dan lahan ini, perusahaan kelapa sawit juga membantu membangun sejumlah komunitas seperti Petani Peduli Api, Desa Sadar Bencana dan Masyarakat Peduli Api di sekitar perkebunan mereka, yang memudahkan sosialisasi, pembinaaan dan pengadaan prasarana dan sarana untuk memerangi api.

Kelompok-kelompok ini juga membantu mendidik masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan dan bagaimana mencegah dan menanganinya, sekaligus juga membantu mensosialisasikan peran dan fungsi satgas pemadam kebakaran ini.

Terdapat 50 anggota GAPKI di Kalimantan Selatan, termasuk lima yang menerima penghargaan dari Gubernur Kalimantan Selatan untuk kontribusi aktif mereka dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di provinsi ini pada tahun lalu.

Share This