The Palm Scribe

Hal Penting Perihal Gambut

 

Nazir Foead, Kepala Badan Restorasi Gambut Indonesia.
  • DEFINISI GAMBUT: Belum terdapat definisi lahan gambut yang dapat diterima secara global. Namun demikian, definisi gambut secara ilmu tanah adalah sejenis tanah yang terdiri dari bahan nabati yang terendam dan membusuk sebagian, yang telah menumpuk selama sekitar 10.000 tahun di daerah basah dimana airnya tidak dapat mengalir dengan baik (http://www.soil-net.com/dev/page.cfm?)oginas=anon_casestudies&pageid=casestudies_peat_free). Di Indonesia, definisi lahan gambut juga beragam tetapi pada umumnya mendefinisikannya sebagai sejenis tanah yang terbentuk oleh timbunan bahan organik, yang sebagain telah melapuk atau terdekomposisi dalam lingkungan yang jenuh air, dengan ketebalan bahan organik minimal 50 cm.
  • LUAS LAHAN GAMBUT DUNIA: Luas total lahan gambut di dunia: 400 juta hektar per Februari 2016, atau sekitar tiga persen dari luas total lahan di dunia. Luas lahan gambut tropis dunia adalah 32 juta hektar per February 2016, atau hanya delapan persen dari total lahan gambut dunia. Luas lahan gambut tropis di Asia Tenggara adalah 19,2 juta hektar per Februari 2016 (Secara rinci: 60 persen di Indonesia, dan 36,5 persen di Malaysia). (Sumber: International Peatland Society / IPS)
  • LUAS LAHAN GAMBUT DI INDONESIA
    • Menurut International Peatland Society pada February 2016 luas lahan gambut di Indonesia sebesar 11,5 juta hektar. 
    • Wetland memperkirakan bahwa pada tahun 2016 Indonesia memiliki 18,8 juta hektar lHn gMBUT atau sekitar 10,8 Persen dari luas daratan di Indonesia, dengan ketebalan satu hingga dua belas meter, bahkan di tempat tertentu bisa mencapai dua puluh meter.
    • Menurut Perkiraan Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian dan Balai Penelitian Tanaman, di tahun 2011, luas lahan gambut di Indonesia 14,9 juta hektar, dengan rincian 6,4 juta hektar (43%) terletak di Pulau Sumatera; 4,8 juta (32%) terletak di Pulau Kalimantan ; 3,7 juta hektar (25%) di Pulau Papua.
  • FUNGSI EKOLOGIS GAMBUT
    • Sebagai gudang karbon: Lahan gambut menyimpan karbon di seluruh lapisannya. Meskipun hanya tiga persen dari luas lahan di dunia yang ditutupi oleh lahan gambut, ia menyimpan 30 hingga 40 persen dari stok karbon global (Cifor). Lahan gambut di Indonesia diperkirakan menyimpan 22,5-43,5 gigaton karbon yang setara dengan emisi 17-33 milyar kendaraan pribadi (Pantau Gambut).
    • Sebagai penyimpan air: Lahan gambut memiliki kemampuan menyimpan air hingga 20 kali lipat dari berat keringnya. Setiap meter kubik gambut dapat menyimpan 850 liter air, sehingga setiap hektar gambut mampu menyimpan 88,6 juta liter air (Noor, 2016:113). Peran hidrologisnya sangat penting seperti: mengendalikan banjir saat musim penghujan; mengeluarkan cadangan air saat kemarau panjang; menjamin pasokan air bersih sepanjang tahun.
    • Sebagai pengatur iklim: Karena kandungan karbonnya yang besar, gambut berperan sangat penting sebagai pengaman perubahan iklim global. Jika lahan gambut terbakar, atau terdegradasi, akan teremisi berbagai jenis gas rumah kaca (terutama CO2, N2O, dan CH4) ke atmosfer yang siap untuk merubah iklim global. Kebakaran besar hutan dan lahan, termasuk gambut, di Indonesia di tahun 2015, diperkirakan mengeluarkan 1,6 gigaton setara karbon dioksida (Pantau Gambut).
    • Sebagai sumber keanekaragaman hayati: Kondisi lahan gambut yang unik dan khas menjadikan keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya juga memiliki kekhasan dan bahkan beberapa jenis tidak ditemukan pada habitat yang lain.
      • Gambut juga rumah untuk 35 spesies mamalia, 150 spesies burung dan 34 spesies ikan serta berbagai spesies reptilia seperti buaya sinyulong, kura-kura air tawar, dan biawak maupun serangga (WWF 2009).
      • Inventarisasi di hutan rawa gambut tropis menemukan sebanyak 45 persen mamalia dan 33 persen burung yang teridentifikasi termasuk dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN) dalam status terancam, rentan atau terancam punah (https://forestsnews.cifor.org/49510/gambut-di-bawah-kaki-mereka?fnl=id).
      • Sejumlah anggrek, tanaman obat dan penjebak serangga seperti tanaman kantung semar menemukan tempat di hutan gambut dan bakau. Bahkan hutan rawa gambut menyimpan keragaman tanaman terkaya di antara seluruh lahan gambut dunia – dengan lebih dari sepersepuluh tanaman tercatat hanya hidup di habitat tersebut. Sebagian tanaman tersebut berbentuk pohon – termasuk varietas tropis raksasa seperti Meranti, Ramin dan Kayu Ulin.
Share This