The Palm Scribe

GAPKI Terbitkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

karhutla

Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengantisipasi datangnya musim kemarau 2020 dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selalu menyertai musim ini beberapa tahun belakangan ini, dengan menerbitkan pedoman pencegahan dan pengendalian karhutla di perkebunan kelapa sawit bagi anggotanya, yang mencakup persiapan dan pencegahan, pengendalian dan pemadaman serta masa paska kebakaran.

“Menghadapi musim kemarau 2020, seluruh anggota GAPKI dan perkebunan besar lainnya harus mempersiapkan diri agar mampu mendeteksi, mencegah dan mengendalikan api apabila terdampak kebakaran di kebunnya dan yang lebih penting mencegah adanya pembakaran di sekitar wilayahnya. Oleh karena itu diperlukan adanya Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dengan harapan kejadian Karhutla di wilayah perkebunan kelapa sawit dapat dihindari sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan yang lebih baik, “demikian GAPKI mengatakan dalam pengantar pedoman tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi bahwa musim kemarau di wilayah Indonesia dimulai secara bertahap dari bulan April sampai dengan Juli 2020, dan puncaknya di sebagian besar wilayah diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2020.

Pedoman itu meminta semua anggotanya GAPKI melakukan identifikasi dan pemetaan area rawan kebakaran di wilayah mereka sehingga area tersebut dapat menjadi fokus pemantauan dan penjagaan, tanpa meninggalkan pemantauan di area lainnya.

Selain itu setiap perusahaan anggota harus membentuk dan mengaktifkan satuan tugas/tim siaga api (SATGAS) yang mandiri pada masing-masing unit pengelolaan. dan memberikan pelatihan dan penyegaran baik dalam hal organisasi, personel maupun tugasnya.

Perusahaan juga dihimbau untuk memastikan kecukupan personel SATGAS baik dari perusahaan maupun yang berasal dari masyarakat, menginventarisasi dan mengevaluasi keberadaan kelompok tani peduli api/ masyarakat peduli api/ desa peduli api serta pengetahuan dan keahlian dalam pengendalian kebakaran lahan perkebunan, hutan dan lahan.

Perusahaan juga harus menyiapkan sistem peringatan dini dengan segala kelengkapannya dan juga sistem peringkat bahaya kebakaran, termasuk dengan patroli terintegrasi, pemantauan menara api, pemantauan dengan drone atau kamera CCTV sensor termal di menara. Perusahaan juga diminta mencadangkan alat berat untuk antisipasi pembuatan sekat bakar dan sekat kanal apabila diperlukan.

Anggota juga diharapkan melakukan penyegaran jejaring koordinasi Karhutla dengan satuan pemadam kebakaran seperti Kelompok Tani Peduli Api/Masyarakat/Desa Peduli Api, Manggala Agni, BNPB/BPBD, Dinas Kebakaran dan SATGAS perusahaan lain, TNI-POLRI, Pemerintah Desa, Kepolisian, aparat desa dll. Anggota juga sebaiknya bekerja sama dengan pemda dan instansi terkait sosialisasi pencegahan karhutla.

Apabila diketahui terjadi atau ada laporan yang masuk ke perusahaan tentang kejadian Karhutla di sekitar wilayah kerja perusahaan maka segera verifikasi laporan tersebut, pastikan koordinat kejadiannya dan laporkan  kepada pihak berwenang.

Bila kebakaran terjadi di dalam area konsesi, segera lakukan isolasi dan pengendalian kebakaran di dalam kebun sendiri dengan tenaga penuh SATGAS sendiri. Juga harus dilakukan investigasi asal api apakah dari perusahaan atau dari luar. Jika api berasal dari luar areal kebun perusahaan maka harus membuat laporan kejadian di Polsek/Polres dilengkapi upaya-upaya yang telah dilakukan.

Jika api berasal dari dalam kebun, lakukan investigasi orang yang bertanggung jawab kemudian laporkan ke manajemen.

Paska kebakaran SATGAS menginventarisasi semua tindakan yang telah dilakukan terkait karhutla serta menyiapkan beberapa laporan termasuk mengenai kesiapan sarana dan prasarana, personel serta menginventarisasi akibat kebakaran yang mencakup koordinat lahan yang terbakar, luasan lahan yang terbakar, tahun tanam dan peta sebaran lahan yang terbakar serta kronologi tindakan penanggulangan yang telah dilakukan.

“Mengingat besarnya dampak Karhutla bagi perusahaan, masyarakat sekitar dan negara, maka Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Karhutla Musim Kemarau 2020 ini harus dapat dilakukan secara disiplin agar kebun kita terhindar dari insiden kebakaran dan secara nasional Karhutla 2020 dapat diminimalkan,” demikian GAPKI menutup pedoman tersebut.

Baca lebih banyak tulisan oleh Bhimanto Suwastoyo. 
Industri perhutanan? Kunjungi The Forest Scribe.
Share This