The Palm Scribe

Gapki Perkirakan Minyak Sawit Akan Sumbang Devisa Lebih dari $30 Miliar Tahun 2021

Ekspor minyak sawit Indonesia di tahun ini diperkirakan akan dapat menyumbang sekitar 33,5 miliar dollar ( 477,22  triliun rupiah), naik dibanding dengan lebih dari 300 triliun rupiah di tahun sebelumnya ,seorang petinggi Gabungan Pengusaha Kelap Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan Rabu (17/11).
“Untuk tahun ini kurang lebih ya, kalau tidak salah…yang pasti diatas 30 miliar US dollar,” Wakil ketua III GAPKI Togar Sitanggang mengatakan dalam sebuah konperensi pers untuk mengumumkan diadakannya Indonesia Palm Oil Conference 2021 bulan depan.
Ia mengatakan diperkirakan ekspor minyak sawit akan menghasilkan sekitar 33.5 miliar dollar, atau “hampir 500 triliun rupiah untuk tahun 2021 perkiraannya.”
Sampai dengan bulan September lalu, ekspor sawit sudah mencapai 26-27 miliar dollar, imbuhnya.
Tahun 2021 ini, industri sawit mengalami masa jayanya dengan harga CPO global mencapai harga tertinggi dalam sejarah perdagangan minyak sawit dunia. Harga rerata minyak sawit mentah (CPO) sepanjang 2021, berada diatas $ 1.000 per metrik ton, bahkan mencapai puncak tertinggi yaitu US$ 1.390 per metrik ton pada Oktober lalu, ujar Ketua Umum Gapk Joko Supriyono pada kesempatan  yang sama.
Supriyono mengatakan bahwa GAPKi akan menyelenggarakan 17th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2022 Price outlook secara virtual pada 1-2 Desember 2021. Ini sudah kedua kalinya even tahunan GAPKI ini diselenggarakan secara virtual akibat pandemi Covid-19 yang sedang berjalan.
Supriyono mengatakan bahwa saat ini harga sawit masih terus melejit karena produksi di negara produsen yang sedang menurun, disamping produksi minyak nabati lainnya yang juga mengalami pelambatan, namu situasin ini jelas masih dapat berugah. “Diperlukan strategiyang tepat untuk menjaga kesabilan harga dan daya saing dalam situati ini dan untuk itu IPOC akan membahas mengenai strategi pemulihan ekonomi berkelanjutan dalam kaitannya dengan peranan kelapa sawit,” ujarnya.
Ketua Panitia Penyelenggara IPOC Mona Surya mengatakan pada kesempatan yang sama bahwa konperensi tahun ini mengambil tema  “Role of Palm Oil Industry Towards Sustained Economic Recovery”
“Animo tetap tinggi dan sudah terdaftar 900 peserta sampai dengan hari ini,” ujar Surya dengan menambahkan bahwa is yakin dalam dua minggu kedepand, jumlah peserta akan bertambah sekitar 300-400 lagi. Tahun lalu jumlah pesertanya sekitar 1.100 orang dari 32 negara.
Selain membicarakan strategi pemulihan ekonomi pemerintah, juga akan dibahas pula peluang pasar minyak sawit dunia di beberapa negara tujuan utama ekspor, supply and demand minyak nabati dunia, tren pasar global, dan proyeksi harga minyak sawit untuk tahun berikutnya, ujar Surya.
Presiden  Joko Widodo dijadwalkan akan memberikan sambutan khusus di awal acara, dilanjutkan keynote speech dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian  Airlangga Hartarto yang sekaligus akan membuka acara IPOC 2021 secara resmi, ujar Surya.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya,  IPOC menghadirkan pembicara-pembicara ahli sawit senior dunia untuk menguak tren harga dan isu global yang mempengaruhinya. Turut hadir sebagai pembicara, seperti Dorab Mistry dari Godrej International Ltd, James Fry  dari LMC International) dan Thomas Mielke  dari Oil World.
Khusus untuk tahun ini, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Menteri Kesehatan masing masing akan memberikan special address untuk menerangkan strategi pemerintah iznonsia dalam rangka pemulihan ekonomi yang berkelanjutan
Share This