ForFreeChoice, sebuah think-tank yang berbasis di Italia menyerukan kepada Parlemen dan Komisi Eropa untuk turun tangan dan melindungi warganya dari klaim menyesatkan oleh perusahaan yang mengatakan bahwa produk “Bebas dari Minyak Kelapa Sawit” menjamin makanan menjadi lebih sehat dan lebih sedikit merusak lingkungan.

“Kami menyerukan kepada Parlemen dan Komisi Eropa yang baru untuk bertindak dan turun tangan untuk melindungi warga mereka,” kata ForFreeChoice Institute, dalam siaran pers yang dikirim kepada The Palm Scribe.

Dikatakan bahwa klaim “Bebas dari” sering digunakan untuk meyakinkan konsumen bahwa ketiadaan satu bahan membuat produk tertentu lebih baik, bahwa nutrisi yang dikeluarkan harus dihindari karena berbahaya, sedangkan penggantinya, diasumsikan menjadi lebih baik.

Ia juga meminta LSM untuk memboikot perusahaan yang menyalahgunakan klaim “Bebas dari” karena mereka tidak berkontribusi untuk “mendukung lingkungan atau keanekaragaman hayati, tetapi sebaliknya, justru mengancam dengan tidak berinvestasi dalam rantai pasokan berkelanjutan”.

ForFreeChoice juga menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan ini menggunakan klaim “Bebas dari” semata-mata untuk tujuan komersial, membuat konsumen “seolah-olah” percaya bahwa mereka makan lebih baik sembari menyelamatkan planet ini, padahal kenyataannya, mereka justru melakukan hal yang sebaliknya.

“Klaim ‘Bebas dari minyak sawit’ sangat menyesatkan bagi konsumen dan semata-mata berasal dari alasan dan tujuan komersial perusahaan. Label ‘Bebas-dari Minyak Kelapa Sawit’ memberi konsumen informasi menipu yang tidak didasarkan pada bukti empiris dan sama sekali tidak fakta,” kata rilis tersebut.

ForFreeChoice mengatakan memilih minyak kelapa sawit sebagai sebuah langkah simbolis. Menurutnya, kelapa sawit dituduh berbahaya bagi kesehatan karena dianggap kaya akan emak jenuh, dan kurang berkelanjutan bagi lingkungan, serta bertanggung jawab atas deforestasi dan ancaman utama bagi keanekaragaman hayati dan komunitas lokal.

Label “Bebas dari Kelapa Sawit” digunakan untuk meyakinkan konsumen bahwa produk makanan tanpa minyak sawit dianggap memiliki kandungan nutrisi yang lebih sehat, juga lebih berkelanjutan bagi lingkungan daripada produk yang tidak mengandung sawit. Ini karena tidak adanya minyak kelapa sawit dikaitkan dengan jumlah lemak jenuh yang lebih rendah, serta kelestarian lingkungan dan sosial yang lebih baik, kata ForFreeChoice.

Namun, studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa produk yang membawa slogan “bebas dari minyak kelapa sawit” mengandung lebih banyak lemak jenuh dan kurang berkelanjutan daripada yang mengandung minyak sawit. Studi terbaru, menganalisa 96 produk makanan, dibagi menjadi 10 kategori, di mana terdapat perbandingan total lemak jenuh yang ada dalam 100 gram produk “bebas dari” dan “dengan” minyak sawit.

Studi itu menunjukkan bahwa banyak produk yang mengandung minyak kelapa sawit mengandung kadar lemak jenuh yang sama, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan yang tanpa kandungan minyak sawit, kata ForFreeChoice, seraya menambahkan bahwa penelitian tersebut juga menunjukkan keberlanjutan yang lebih besar dibandingkan dengan bahan mengandung sayuran dan pengganti hewan.

“63 persen produk dengan minyak kelapa sawit memiliki tingkat lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan produk-produk dimana minyak sawit tidak digunakan dan dimana produk tersebut diiklankan dengan klaim ‘Bebas-dari’,” katanya, juga menambahkan sementara rata-rata kandungan lemak jenuh dalam produk ‘bebas dari’ adalah 10,18 gram, sementara angka yang ‘dengan’ minyak sawit hanya sebesar 9,13 gram.

Produk-produk tanpa minyak kelapa sawit, pada kenyataannya, kurang berkelanjutan kata ForFreeChoice, yang menambahkan bahwa penelitian menunjukkan bahwa minyak sawit berkelanjutan lebih baik untuk lingkungan dan keanekaragaman hayati daripada penggantinya. Studi tersebut merujuk pada beberapa Penilaian Siklus Hidup (LCA) komparatif yang meneliti berbagai minyak nabati. LCA adalah analisis yang mengukur efek pada lingkungan yang terkait dengan produk yang diberikan dalam setiap fase siklus hidupnya.

“Dalam pemeriksaan LCA, minyak sawit ternyata lebih baik daripada alternatifnya dalam hal dampak lingkungan secara keseluruhan; terutama jika kita mempertimbangkan parameter: energi yang digunakan, emisi gas rumah kaca, asap fotokimia, dan penggunaan lahan.

*ForFreeChoice adalah sebuah platform yang membela kebebasan pilihan dan tanggung jawab individu, berdasarkan pada pemikiran kritis. ForFreeChoice juga mempromosikan informasi ilmiah dan metode sebagai alat mendasar untuk meningkatkan kesadaran dan memimpin debat publik.

Share This