The Palm Scribe

CPOPC Pertanyakan Kredibilitas BBC Terkait Video-video Mengenai Sawit

Foto: AFP

Dewan Negara Produsen Minyak Kelapa Sawit (CPOPC) mengkritik lembaga siaran British Broadcasting Corporation (BBC) sehubungan dengan rangkaian video di saluran YouTubenya yang menggunakan rekaman lama untuk menggambarkan kelapa sawit sebagai komoditas yang masih merusak hutan, mengancam keberadaan orangutan dan membuat masyarakat adat tetap miskin.

“Pemberitaan yang tidak bertanggung jawab dari lembaga penyiaran sekaliber BBC tidak dapat dimaafkan…Ini adalah sesuatu hal yang sangat mengkhawatirkan CPOPC, bahwa sebuah lembaga penyiaran public akan merendahkan dirinya sedemikian rendah untuk menciptakan laporan sensasional yang anti kelapa sawit,” organisasi itu mengatakan dalam sebuah blognya yang diunggah di laman resmi CPOPC.

CPOPC mengatakan bahwa video-video tersebut, yang dikatakannya menggunakan “judul-judul yang sensasional” hanya dapat dilihat sebagai anti terhadap kelapa sawit. COPC juga mengatakan bahwa laporan yang kredibilitasnya diragukan iut, akan dapat dilihat para pemirsa sebagai laporan edukatif padahal didasarkan atas data lama.

Salah satu contoh yang diambil adalah video yang dibuat mengenai perusahaan kelapa sawit Korindo, sebuah video yang sudah dilihat ratusan ribu kali. Video tersebut mengklaim bahwa Korindo terlibat dalam “kebakaran disengaja untuk membakar hutan” untuk membuka perkebunan kelapa sawit, dan juga disertai rekaman apa yang diklaimnya sebagai “hutan yang terbakar.”

Kementerian Lingkungan dan Kehutanan telah merespons dengan mengatakan bahwa video tersebut menggunakan klip rekaman dari tahun 2013 yang disediakan oleh Greenpeace. “BBC seharusnya menyadari bahwa mereka sedang mencoba membuat berita baru dari berita lama,” ujar CPOPC.

CPOPC menambahkan lebih lanjut bahwa beberapa permisanya mengatakan bahwa rekaman “hutan terbakar’ tersebut sebenarnya memperlihatkan limbah dari pembersihan lahan yang dibakar dan bukan hutan yang dibakar. “Percobaan berikut mereka untuk mendukung kasus “api yang disengaja untuk membakar hutan” menggunakan skala yang dimulai dari tahun 2012 sampai 2016. Kejadian di tahun 2016 tidak dapat dianggap sebagai berita ketika tidak juga terdapat bukti bahwa api digunakan Korindo untuk membuka hutan.”

Merespons tuduhan BBC, Korindo sudah menerbitkan siaran pers yang mempertanyakan kredibilitas badan penyiaran public tersebut. Antara lain dipertanyakan penggunaan seorang individu Papua, yaitu Petrus Kinggo, sebagai narasumber yang dikutip berbicara panjang lebar mengenai penyesalannya telah membantu perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan dari klan-klan setempat.

Korindo mengatakan dalam siaran persnya bahwa kompensasi telah dibayarkan kepada klan-klan tersebut untuk penggunaan tanah mereka dan perusahaan juga menyodorkan peta yang memperlihatkan bahwa tanah yang diklaim Petrus Kinggo telah dibakar seperti dilaporkan oleh BBC, ternyata belum diolah atau dibakar.

Provinsi Papua dan Papua barat kaya akan hutan tetapi juga masih terjebak dalam kemiskinan seperti di banyak daerah lainnya di Indonesia. Provinsi Papua khususnya, telah komit kepada pembangunan hijau yang akan melihat tutupan hutan yang luas dilestarikan sebagai sumber penghidupan masyarakat adat setempat sementara Papua berusaha mencapai cita cita pembangunan berkelanjutan 2030, termasuk melalui pembangunan industri sawit, tutup CPOPC.

Baca lebih banyak tulisan oleh Bhimanto Suwastoyo.
Industri perhutanan? Kunjungi The Forest Scribe.

Tinggalkan Balasan

Share This