Sebagai apresiasi terhadap komitmen petani mitra yang telah mengelola kebun kelapa sawit mereka secara berkelanjutan, Asian Agri membagikan premi hasil penjualan minyak sawit bersertifikasi senilai lebih dari empat milyar Rupiah di Pekanbaru, Riau pada Kamis (21/3).

Penyerahan secara simbolis premi hasil penjualan tahun 2017 kepada perwakilan 72 Koperasi Unit Desa (KUD) di Riau dan Jambi tersebut disaksikan oleh Gubernur Riau, Syamsuar dan Direktur Corporate Affairs Asian Agri, Fadhil Hasan.

“Kemitraan yang menyejahterakan dan mendorong petani sawit berkelanjutan menjadi alasan bagi Asian Agri untuk membagikan premi penjualan minyak sawit bersertifikasi kepada para petani plasma mitra kami,” kata Fadhil Hasan.

Menurutnya, pemberian premi kepada para petani bertujuan untuk terus memotivasi petani dalam menerapkan praktik perkebunan terbaik untuk mengelola kebun kelapa sawit, sehingga dapat mempertahankan sertifikasi yang telah diperoleh.

“Kami berharap hal ini membantu menjawab tantangan yang saat ini dihadapi oleh industri kelapa sawit dalam hal keberlanjutan,” tambahnya.

Patut dicatat bahwa premi yang dibagikan sejak tahun 2013 tersebut tidak diberikan dalam bentuk tunai, melainkan dalam bentuk pelatihan, pendampingan Good Agricultural Practices (GAP), serta kebutuhan penting bagi petani lainnya, termasuk pemberian burung hantu yang berguna sebagai pembasmi hama alami di perkebunan kelapa sawit.

Perwakilan petani penerima premi, Antonius Tulus dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang telah mereka selama ini.

“Premium yang diberikan sangat berguna dalam melaksanakan replanting guna memperbaiki kualtas hidup dan ekonomi para petani,” ujarnya.

Kemitraan perusahaan dan petani menjadi salah satu jawaban untuk menekan deforestasi dan memastikan pengelolaan ramah lingkungan berstandar internasional oleh petani kelapa sawit di Indonesia.

“Pemerintah Provinsi Riau mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang sudah memberdayakan para petani dalam menerapkan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan yang turut mendukung kesejahteraan para petani kelapa sawit. Model kemitraan antara Asian Agri dengan petani yang berfokus pada keberlanjutan ini dapat menjadi contoh dan menginspirasi dalam membangun industri kelapa sawit yang berdaya saing,” ujar gubernur Riau, Syamsuar.

Melalui kebijakan keberlanjutan perusahaan, Asian Agri secara konsisten menerapkan praktik-praktik terbaik dalam seluruh kegiatan operasional perusahaan. Praktik serupa juga diterapkan kepada para petani mitra. Selain memperoleh sertifikasi, mengelola kebun secara berkelanjutan juga memungkinkan petani untuk mendapatkan peningkatan hasil produksi kebun dan pendapatan  mereka, sekaligus membawa dampak positif pada lingkungan.

Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang. Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) yang dimulai tahun 1979, perusahaan tersebut telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, sekaligus membina kemitraan dengan petani swadaya.

Lebih dari 86 persen perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi serta 100 persen perkebunan petani plasma di ketiga provinsi tersebut telah mendapatkan sertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Sertifikasi dari International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Lebih dari 93 persen perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Share This